Berikutpendapat ulama Arab Saudi mensikapi perbedaan hari puasa Arafah.. Syaikh Utsaimin, ulama besar Saudi Arabia yang tingal di Makkah, pernah ditanya tentang puasa 'Arafah: "Apakah dilaksanakan berdasarkan ru'yah di negeri tempat seseorang tinggal, ataukah ru'yah di tanah haram?," beliau menjawab, "hendaknya puasa dilaksanakan berdasarkan ru'yah di negeri tempat seseorang tinggal."
12ayat Alquran yang perintahkan untuk berdagang dengan jujur dan melarang mencurangi timbangan konsumen tersebar dalam 7 surat. Berikut 12 ayat Alquran yang perintahkan untuk berdagang dengan jujur dan melarang mencurangi timbangan konsumen: Baca Juga: 4 Ayat Alquran Sebagai Doa Supaya Diberi Keturunan. 1. Surat Al-An'am Ayat 152.
MaimunZubair. Sang ayah dari Taj Yasin meninggal pada Selasa (06/08/2019) di Mekkah, Saudi Arabia. Pria kelahiran Kota Rembang, 2 Juli 1983 dikenal sebagai sosok yang ramah dan tekun.
๏ปฟKeluargaalmagfurllah KH Maimoen Zubair yang dipimpin putranya KH Muhammad Idror MZ berziarah ke Makam Pahlawan Pancor, Lombok Timur, Jumat (29.9.2023) pagi. Keluarga
Sosokyang telah meninggal dunia tersebut adalah KH Maimoen Zubaer atau Mbah Maimun, Wagub Jateng," kata Arsul. Maimun Zubair merupakan salah satu tokoh sepuh di PPP. Saat ini dia dikenal
baju putih rok hitam cocok dengan jilbab warna apa. ๏ปฟKompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. KH Maimun Zubair adalah seorang ulama ahli fikih, yang berasal dari daerah Rembang tepatnya di Sarang. Masyarakat Rembang biasanya memanggil KH Maimun Zubair dengan sebutan Mbah Moen Mun. Mbah Moen menjadi rujukan para Ulama Indonesia di bidang fiqih. Beliau adalah seorang ulama yang alim, faqih dan menjadi idola pada kalangan anak muda terutama para santri karena kata mutiara dari mbah Moen dapat menjadi penggerak atau gertakan untuk semua umat islam. KH Maimun Zubair lahir pada 28 Oktober 1928 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Beliau adalah putra pertama Kiai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah. Ibu dari Beliau sendiri adalah putri dari Kiai Ahmad bin Syu'aib, pendiri dari pondok pesantren al - Anwar. Pondok pesantren Al-Anwar saat ini dipimpin oleh beliau sendiri, bahkan saat ini juga terdapat MTS dan MA Al-Anwar. Di tahun 2008, mbah Moen mendirikan pondok pesantren Al-Anwar 2 di Gondan Sarang Rembang, yang diasuh oleh KH Ubab Maimun putranya. Biasanya, di bulan Ramadhan beliau bisa berjam-jam duduk tanpa henti untuk membacakan kitab, semua waktu beliau gunakan hanya mengutamakan untuk ilmu dan para penuntutnya. Yaitu dengan mengajarkan kepada para santrinya. Meskipun Beliau baru pulang dari perjalan sejauh apapun dan keadaan Beliau yang sudah sangat sepuh, Beliau tetap meluangkan waktu untuk mengajar santri-santrinya. Bahkan, beliau sempat tertidur beberapa detik ditengah-tengah membacakan kitab untuk antri-santrinya. Keikhlasan beliau yang begitu besar dalam mengajar dan mendidik para santri tanpa mengharap apapun. Selain menjadi pengasuh pesantrean Al-Anwar, beliau juga menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan. PPP menjadi pilihan Beliau untuk menyalurkan aspirasi umat lewat politik. Beliau juga aktif dalam kepengurusan NU. Pada 1985 - 1990, Beliau menjabat sebagai Ketua Syuriah NU Provinsi Jawa Moen menutup usia di umur 90 tahun tepatnya pada 6/8/2019, beliau wafat di Makkah bertepatan saat beliau menunaikan ibadah haji. Mbah Moen dimakamkan di Ma'la, Mekkah. Makam beliau berdekatan dengan makam guru beliau, Sayid Alawi al-Maliki al-Hasani dan makam istri Rasulullah saw, Sayyidah Beliau, tentu menjadi suatu peristiwa tak terlupakan bagi umat Islam, terutama di Indonesia. Karena seluruh umat islam di Indonesia kehilangan seorang Guru Besar umat muslim, karena Beliau dikenal sebagai sosok yang patut untuk diteladani, karena sifat dan sikap kebajikannya. Beliau adalah orang yang sabar, penyayang, santun, tegas, selalu bersyukur, rendah hati, dan sebagainya. Beliau juga sering memberikan kata - kata mutiara untuk para penuntut ilmu, yaitu para santrinya. Beikut beberapa kata kata mutiara mbah Moen untuk para santrinya;"Ora kabeh wong pinter kuwi bener, ora kabeh wong bener kuwi pinter" yang berarti tidak semua orang pintar itu benar, tidak semua orang benar itu pintar. Daripada menjadi orang pintar tapi tidak benar lebih baik menjadi orang benar walaupun tidak pintar."Ojo mikir engko dadi opo, sing penting sinau sing sergep" Jangan mikir kelak akan jadi apa yang penting belajar yang giat. Kata-kata itu yang selalu disampaikan Mbah Moen kepada santri-santrinya. Lihat Humaniora Selengkapnya
Berpulangnya Mbah Moen menghadap Sang Pencipta menyisakan duka yang sangat mendalam bagi kita semua. Gurat kesedihan, isak tangis dan doโa dari jutaan umat manusia mengiringi kepergian beliau menuju kekasihnya. Ribuan pentakziah masih terus berdatangan ke rumah duka. Di beranda lini masa, ucapan belasungkawa, foto kenangan, cerita, dan obituari Mbah Moen terus mengalir, ditulis oleh banyak orang, memotret kehidupan beliau dari berbagai sudut pandang. Semua merasa kehilangan atas wafatnya kyai sepuh yang sangat kharismatik dan menyejukkan ini. Entah mengapa, saya sendiri juga merasakan kesedihan yang mendalam. Beberapa kali mbrebes mili jika mengingat sosok Mbah Moen, seolah kehilangan orang yang sangat dekat sekali. Padahal saya bukan santri Al Anwar Sarang. Interaksi dengan Mbah Moen paling banter hanya menyimak ceramah beliau dari kejauhan. Beberapa kesempatan ingin mencium tangan Mbah Moen, mungkin hanya sekali yang kesampaian. Selebihnya, ketika sudah mendekat selalu saja terdorong oleh para Banser atau santri pengawal Mbah Moen. Terdesak oleh tubuh-tubuh yang lebih besar, kemudian terpental dan hilang di tengah kerumunan. Keinginan untuk sowan Mbah Moen memang selalu muncul, tapi tak pernah benar-benar terlaksana. Bahkan ketika abah, ibu, dan saudara saya sowan Mbah Moen dua bulan kemarin, saya juga tidak bisa ikut. Di satu sisi ada semacam keyakinan bahwa suatu saat pasti saya akan bisa sowan Mbah Moen sendiri. Keyakinan bodoh yang akhirnya benar-benar saya sesali. Ah, seandainya waktu bisa diputar kembali. Mbah Moen adalah ulama kelas dunia. Kedalaman dan keluasan ilmunya, keagungan akhlaknya, serta pergaulannya yang luas melintasi sekat-sekat perbedaan, menghadirkan teladan bagi kita semua. Nasehat dan pesan-pesan Mbah Moen sangat sederhana, tetapi berhasil membidik pusat kesadaran manusia. Nasehat yang hanya bisa lahir dari jiwa suci, tulus, dan mulia. Ada satu nasehat Mbah Moen yang sangat halus tetapi berhasil menampar kesombongan saya sebagai seorang guru. Nasehat ini awalnya saya peroleh dari media sosial, tetapi kemudian juga sering saya dengar dari cerita beberapa santri Mbah Moen sendiri. โJadi guru itu tidak usah punya niat pengen bikin murid pintar. Nanti kamu akan marah-marah jika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik dengan baik. Masalah muridnya nanti pintar atau tidak, serahkan saja pada Allah. Didoakan saja terus menerus agat dapat hidayahโ. Mak jleb. Nasehat ini langsung menusuk batin saya sebagai guru. Duh Gusti, berarti selama ini saya adalah guru yang sangat angkuh dan merasa diri yang paling benar. Saya tidak peduli siswa saya siapa, seberapa luas pengetahuannya, seperti apa jenis kecerdasannya, bagaimana latar belakang keluarganya, kondisi ekonominya, kehidupan sosialnya, dan sebagainya. Semua saya tuntut untuk memenuhi standar yang saya tetapkan. Pokoknya semua harus pandai, harus bisa. Saya alpa memasuki dunia siswa dan mengambil posisi jika berada seperti mereka. Padahal tugas guru hanya menyampaikan ilmu, mendidik dan mengajar dengan sebaik-baiknya. Masalah berhasil atau tidak, itu urusan yang Maha Kuasa. Ini adalah prinsip praktek pendidikan di pesantren. Mengapa justru saya lupa? Sebodoh dan seburuk apapun seorang santri, tak pernah sekalipun para kiai mengeluh apalagi memarahi. Para kiai tetap mendidik santri dengan sepenuh hati, mendoakan mereka di tengah malam buta, agar dibukakan pintu hidayah dari Yang Maha Kuasa. Sebaliknya, saya jarang sekali mengirim fatihah untuk para siswa. Bahkan sering ngomel jika mendapati siswa malas belajar, enggan membaca, tak pernah bertanya, atau menjawab seenaknya jika ditanya. Belum lagi jika sering mengerjakan tugas ala kadarnya. Bagi saya, semua siswa harus pandai, apapun kondisinya. Saya membandingkan dengan saya sendiri. Meski orang tua hidup pas-pasan, Abah saya seorang guru, sehingga sejak kecil mulai dikenalkan dengan buku. Ini jelas berbeda dengan latar belakang para siswa yang saya hadapi. Rupanya, saya hanya peduli dengan isi otak mereka, tetapi sering abai menyentuh hati mereka. Saya seringkali ingin melihat hasil akhir tetapi kurang sabar dengan prosesnya. Sering menyalahkan siswa, tetapi enggan meningkatkan kualitas dan kompetensi diri sebagai guru. Mengajar dengan persiapan seadanya, metode pembelajaran ala kadarnya, membimbing dengan tidak semestinya, dan kurang peduli terhadap kebutuhan siswa. Sejak saat itu saya sangat menyesal, bahkan penyesalan itu masih saya rasakan sampai sekarang. Saya mulai kembali belajar bagaimana menyelami kehidupan para siswa. Memang, saya belum sepenuhnya berhasil, bahkan berulang kali masih melakukan kesalahan, tetapi nasehat Mbah Moen selalu menyadarkan saya kembali. Benar kata para bijak bestari bahwa sejatinya tidak ada anak yang nakal, yang ada adalah anak yang belum mengerti. Tidak ada pula anak yang gagal, yang ada adalah para orang tua dan guru yang kurang sabar dalam mendidik dan mengajar. Terima kasih Mbah Moen atas nasehat panjenengan yang begitu membekas di hati. Kini, Mbah Moen telah pergi dengan damai, meninggalkan teladan yang seharusnya berusaha kita ikuti, meninggalkan warisan ilmu yang semestinya terus kita pelajari. Mbah Moen telah pergi menghadap Sang Rabbul Izzati, meninggalkan kita semua yang belum selesai dengan urusan diri sendiri. Lahul Faatihahโฆ
Suatu ketika beliau memberi nasihat tertulis kepada para santrinya dan mengatakan ููุจุบู ููุทุงูุจ ุณูู
ุง ูู ุขุฎุฑ ุงูุฒู
ุงู ุฃู ูุชุนูู
ูู ูุชูู
ุฐ ุนูุฏ ุนุงูู
ูุชุตู ูุณุจู ุฅูู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ุฃู ูุฏุฑุณ ูุชุงุจุง ู
ู ู
ุคููุงุช ุงูุนุงูู
ุงูุฐู ูู ู
ู ุฐุฑูุฉ ุงูุฑุณูู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
. ูุฐูู ุงูุนุงูู
ูุณู
ู ูู ุงูุงุตุทูุงุญ ุจุนุชุฑุฉ ุงูุฑุณูู. Seyogyanya bagi seorang pelajar apalagi di jaman akhir, belajar di bawah naungan ahli ilmu yang sanadnya sampai pada Rasulullah SAW, atau mempelajari karya โ karya orang Alim yang masih ada hubungan darah dengan Rasulullah SAW, ูุฃู ูู ุขุฎุฑ ุงูุฒู
ุงู ูุชุฒูุฒู ุฅูู
ุงู ุดุฎุต ููุทุนุฉ ู
ู ูุทุน ุงููููุ ูุตุจุญ ุงูุฑุฌู ู
ุคู
ูุง ููู
ุณู ูุงูุฑุง ููู
ุณู ู
ุคู
ูุง ููุตุจุญ ูุงูุฑุง ููุง ููุฌู ุฅูู
ุงู ุฅูุง ุฅูู
ุงู ู
ู ุฃุญูุงู ุงููู ู
ุขูู ุฅูู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุ ุงูุฐู ุจุงุจู ุงูุฃุนุธู
ุณูุฏูุง ุนูู ุจู ุฃุจู ุทุงูุจ ูุฑู
ุงููู ูุฌููุ ููู ุตุญุงุจู Karena di jaman akhir, iman seseorang kerap kali tidak stabil ibarat malam cepat berlalu, kerapkali seorang laki-laki berstatus mukmin di pagi hari, dan berstatus kafir di sore hari, begitu juga tidaklah iman seorang hamba akan selamat kecuali jika Allah hidupkan kembali dengan Ilmu. Dan ilmu Agama hanya bersumber dari Rasulullah, berpintukan Sayyid Ali Bin Abi Thalib selaku sahabat Nabi. ููู ูุซูุฑุง ู
ู ุงูุตุญุจุฉ ููุณ ู
ู ุฃูู ุงูุจูุช ุฃู ู
ู ุฐุฑูุฉ ุงูุฑุณููุ ููู ุฃูุซุฑูู
ู
ู ุงูุฃุฌุงูุจ ู
ุซู ุฃุจู ุจูุฑ ูุนู
ุฑ ูุนุซู
ุงู ูุฃุจู ุจูุฑ. ูุงูุตุญุจุฉ ูู
ุงูุนุงูู
ููุ ูุงูุนุงูู
ู
ุซู ุงููุฌู
ุ ูุงูุตุญุจุฉ ูู
ุงูุฃูุฌู
ุงูุฒูุฑ ูู
ุง ูุงู ุณูุฏูุง ู
ุญู
ุฏ ุฃุตุญุงุจู ูุงููุฌูู
ุจุฃููู
ุงูุชุฏูุชู
ุงูุชุฏูุชู
Hanya saja, tidak sedikit Sahabat-sahabat Nabi yang bukan Ahlul bait atau kerabat Nabi, Akan tetapi melalui jalur nasab berbeda seperti Abu Bakar, Umar dan Sayid Utsman. Para sahabat adalah ahlul ilmi seluruhnya, orang alim itu ibarat bintang-bintang, dan para sahabat nabi adalah bintang-bintang seluruhnya, seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad SAW Sahabat-Sahabatku bagaikan bintang, siapapun yang kalian ikuti, dia itu kalian mendapat petunjuk. ููู ุญู ุฃูู ุจูุชู ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุฅู ู
ุซู ุฃูู ุจูุชู ูููู
ู
ุซู ุณูููุฉ ููุญ ู
ู ุฑูุจูุง ูุฌุง ูู
ู ุชุฎูู ุนููุง ูููุ ุฑูุงู ุงูุญุงูู
Rasulullah bersabda seputar keistimewaan garis keturunanya Sesungguhnya perumpamaan keluargaku di antara kalian, bagaikan perahu Nabi Nuh AS, barang siapa yang menaikinya beruntunglah dia, dan barang siapa yang membelakanginya hancurlah. HR. Hakam. ููุงู ุงูุฏูุจุนู ูุณููู ูููุฌุงุฉ ุฅุฐุง * ุฎูุช ู
ู ุทููุงู ูู ุฃุฐู ูุงูุฌ ูููุง ูุง ุชููู ูุฐุง * ูุงุนุชุตู
ุจุงููู ูุงุณุชุนู Imam Ad-Dibaโi berkata Dan perahu ahlul bait untuk keberuntungan saat kau khawatir akan setiap musibah *Maka Keberuntungan akan didapati bagi yang menaikinya musibah tidak akan menerkamnya. Mintalah perlindungan dan pertolongan kepadaAllah. ู
ู ูู
ุชูู ุงูุณูููุฉ ูุงู ุฃูู ุจูุช ุงูู
ุตุทูู ุงูุทูุฑ * ูู ุฃู
ุงู ุงูุฃุฑุถ ูุงุฏูุฑ ุดุจููุง ุจุงูุฃูุฌู
ุงูุฒูุฑ * ู
ุซู ู
ุง ูุฏ ุฌุงุก ูู ุงูุณูู Siapakah perahu itu, Imam Ad-Dibaโi berkata Mereka adalah Ahlul Bait yang suci, mereka adalah tonggak keamanan bumi. Mereka diumpakan bintang โ bintang dan bunga, seperti yang telah di sebutkan di dalam Hadist-Hadits Nabi. ููุญู ูู ู
ุซู ูุฐู ุงูุฃูุงู
ุฅูู
ุงููุง ูุซูุฑุง ู
ุง ูุชุฒูุฒู ุจุณุจุจ ู
ูุฌ ู
ู ุงูุฃู
ูุงุฌ ุงูุชู ููุง ูุฑุงูุง ููุดูุฏูุง ุญูููุง Dan saat ini, kami melihat iman-iman kami kerapkali tidak stabil, sebab deraian ombak โ ombak yang kami lihat di sekitar .ูููุจุบู ููุง ุฃู ูุฑูุจ ุชูู ุงูุณูููุฉ ุงูุชู ุชุฌุฑู ูู ุงูุจุญุฑ ููุณูู
ู
ู ู
ูุฌ ู
ู ุงูุฃู
ูุงุฌ ุญุชู ูููู ุฑุจูุง ููู ููุจู ุฅูู
ุงููุง Maka seyogyanya bagi kita menaiki perahu yang sedang berlayar, agar kita selamat dari deraian ombak, hingga kita dapat bersua dengan tuhan dengan membawa iman yang yang tuhan menerima keimanan kita. ูุฐูู ุงูุฑูุจ ุจุงูุชุนูู
ูุงูุชูู
ุฐ ู
ู ุนูุฏ ุงูุญุจูุจ ุฃู ุงูุณูุฏ ุฃู ุจุชุฏุฑูุณ ูุชุงุจ ู
ู ู
ุคููุงุช ุนุชุฑุฉ ุฑุณูู ุงููู Dan tunggangan itu dengan cara belajar dan berguru kepada Habib atau Sayid atau dengan cara belajar karya ulama dari garis keturunan Rasulullah. ููู ุงูุฌุฑู ูู ุงูุจุญุฑ ูุง ุจุฏ ูู ู
ู ู
ุนุฑูุฉ ุฌูุฉ ููููุง ูุถูุ ูุฐูู ุจู
ุนุฑูุฉ ุงููุฌู
ุ ูุงููุฌู
ูู ุงูุนุงูู
Akan tetapi, berlayar di lautan haruslah mengetahui arah agar tidak tersesat, dan hal itu hanya dapat diketahui dengan cara mengetahui bintang, yakni orang-orang alim. ูููุจุบู ุญููุฆุฐ ุฃู ูุฌู
ุน ุจูู ุงูุนูู
ุงูุธุงูุฑ ุงูุฐู ู
ุนุธู
ู ู
ู ุงูุนุงูู
ุงูุฐู ููุณ ู
ู ุนุชุฑุฉ ุงูุฑุณููุ ูุจูู ุงูุนูู
ุงูุจุงุทู ุงูุฐู ู
ุนุธู
ู ู
ู ุฐุฑูุฉ ุงูุฑุณูู Oleh karena itu, seyogyanya bagi seorang pelajar menghimpun ilmu dzahir yang notabenenya hanya di miliki orang alim yang bukan dari jalur Dzurriyah Nabi, dan ilmu batin yang notabenenya dimiliki Dzurriyah Nabi. ููุฐูู ููุฑุฃ ุดูุฎูุง ูู ุงูู
ุฑุฉ ุงููุงุฏู
ุฉ ูุชุงุจ ุฑุณุงูุฉ ุงูู
ุนุงููุฉ ููุณูุฏ ุนุจุฏ ุงููู ุจู ุนููู ุงูุญุฏุงุฏ Oleh sebab itu, syaikhina maimoen pada kesempatan lalu membaca kitab Risalatul muaโwanah karya Sayid Abdullah Bin alawi al haddad. ูุจุนุฏ ุฃู ูุตูู ุงูุตุจุญ ููุฑุฃ ูู ู
ุคูู ุงูุฅู
ุงู
ุบุฒุงูู ุฅุญูุงุก ุนููู
ุงูุฏูู. ููู ูุฌู
ุน ุจูู ุงูุณูููุฉ ูุงููุฌู
ุญุชู ูุฌุฏ ุฏุฑุง ูุงููุชุง ุงูุฐู ูู ุงูุญูููุฉ Dan dilanjutkan dengan membaca karya Imam Al-Ghazali โIhyaโ ulumuddinโ setelah Shalat Subuh, agar beliau dapat menghimpun antara perahu dan bintang, sehingga memperoleh tempat yang indah bagaikan yaqut yakni Hakikat cinta kepada Allah. ูุฐูู ุงูุฏุฑ ูููู ุฃุณูู ุงูุจุญุฑ ุงูุนู
ููโฆูุงููู ูููููุง ูู
ุง ูู ุฑุถุงูุ ุฃุณุชุนุฐุฑ ู
ููู
ุญูุซ ูุฌุฏุชู
ูู ูุชุงุจุชู ูุฐู ูุซูุฑ ุงูุฎุทุฃ ุฃู Dan hal itu merupakan nilai yang paling rendah, mudah-mudahan Allah selalu menuntun kita pada jalan yang diridhoinya, maโafkan aku jika kalian menemukan kesalahan dari apa yang aku tulis, terimakasih. Wallahu aโlam.โ โ โ โ
kata kata kh maimun zubair tentang santri